Minggu, 01 Januari 2017

Review Siap-Siap Nikah Syamsa Hawa


Judul : Siap- siap Nikah
Penulis : Syamsa hawa
Penerbit : Lingkar pena publishing
Tahun : cetakan kedua , Februari 2008
Tebal : 186 halaman
Isbn : 979 1367 11 0








Sinopsis:
"Kapan nikah?"

Duh, buat yang single dan belum juga dilamar-lamar.. Pertanyaan ini bisa jadi nyebelin banget. Boro-boro dilamar, calon yang cocok aja masih ngumpet.
Daripada kamu nyanyi : "kumbang-kumbang di taman, kamu dimana sih?" (dangdut mode on)
Atau hanya bisa mendesah pelan ketika menjawab, "Kapan… kapa…aan?"
Mendingan kamu menambah persiapan aja. Siapa tahu ternyata jodoh dari Allah nggak lama lagi bakalan datang kepadamu.
Nah, tentu saja persiapannya beda dengan kamu mau dapat perguruan tinggi negeri atau faforit. Jadi langkah-langkah seperti ikut bimbel, latihan mengerjakan soal-sol, menghafal rumus-rumus, bisa kamu lewatkan.
Terus yang nggak boleh dilewatkan apa donk? Baca buku ini sampai tuntas! Biar kamu lebih mengerti lagi arti pernikahan dan nggak gugup ketika keinginan menikah menyiksamu.
Nikah… eh siap-siap nikah yuuu :)


Review:
Pertama kali lihat buku ini langsung saja, saya comot dari rak. Hahaha. Apalagi waktu itu buku ini cuma seharga sepuluh ribu. Pas ada pameran buku sih. Lumayan dapat buku bagus. Niat awal sih, mau ngado buku ini tetapi nggak jadi karena rupanya saya kepincut dan menjadikan buku ini sebagai konsumsi pribadi. Hehehe


Siap-siap nikah. Kelihatannya sepele tapi enggak lo. Karena tentunya kita berharap perikahan bukan hanya untuk sebulan dua bulan tetapi selamanya. Karena itu persiapannya nggak boleh main-main.

Apa aja sih persiapannya?
Yang pertama adalah, mengetahui pendapatmu tentang pernikahan itu sendiri. Apakah pernikahan itu sebagai beban? Sebagai keharusan? Sebagai kewajiban? Sarana memperoleh keturunan? Dan lain sebagainya.

Kenapa penting mengetahui pendapat tentang pernikahan? Menurut buku 'Siap-siap Nikah" nya Mbak Syamsa Hawa, setiap paradigma tentang pernikahan akan memperoleh respon yang berbeda - beda.

Misalnya saja,menganggap pernikahan sebagai penghambat karier. Tentunya keputusan untuk menikah akan terus tertunda, padahal sudah siap secara mental dan materi. Sayang kan?

Berbeda apabila pendapatmu tentang pernikahan itu adalah sumber kebahagiaan. Tentunya kita akan menerima sebuah pernikahan itu dengan senang hati.

Nah apabila pendapatmu tentang pernikahan adalah semua hal yang negatif, perlu diluruskan. Karena paradigma  pernikahan merupakan titik awal. Dan tanpa mengetahui posisi awal, akan sulit juga merancang tujuan akhir. Lebih singkatnya, tidak menemukan visi dan misi sebuah pernikahan itu sendiri.

Setelah itu persiapan internal dan ekternalnya. Persiapan internal yaitu meliputi mental, ilmu, finansial, fisik, ruhiyah dan doa. Sedangkan ekternalnya adalah mengenai calonnya.Ada juga tips-tips khusus untuk persiapan mentalnya. Terutama mengenai pendapat yang keliru tentang pernikahan. Seperti merasa pernikahan itu tidak penting

Yang terakhir adalah apabila, penantian tak kunjung berakhir. Bagaimana sikap kita ketika belum satupun orang yang pas menjadi pasangan hidup? Hehehe.

Kelebihan buku ini dari segi covernya, unyu banget. Ditambah ada kartun yang mewakili pernikahan. Kemudian dari segi isi, tidak hanya dipaparkan definisi atau ayat-ayat al qur'an mengenai pernikahan tetapi juga contoh-contoh kasus yang terjadi di masyarakat. Adanya pernak-pernik kartun lucu juga menambah daya tarik buku ini.

Jangan lupakan soal gaya bahasa. Kalaupun isinya bagus, tetapi gaya penceritaannya membosankan tentunya pembaca akan enggan menamatkan buku bukan? Tetapi tenag guys, Gaya bahasa yang digunakan mbak Syamsa  tidak terkesan menggurui. Lincah seperti cerpen-cerpennya.

Buku ini cocok untuk dikoleksi bagi teman-teman yang belum menikah. Tidak harus yang akan menikah, yang masih jomblo juga bagus. Agar kita menambah ilmu tentang pernikahan. Terutama bagaian paradigma. Karena kalau niat itu sudah salah sejak awal, akan sulit untuk mencapai pernikahan yang ideal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar