Minggu, 01 Januari 2017

Review Bukan Buku Best Seller


Judul      : Bukan Buku Best Seller
Penulis   : Indari Mastuti dan Pritha Khalida
Penerbit : Pena Matahari
Tebal      : 169 halaman
Isbn        : 978 602 96844 3 8








Sinopsis :
"Hasrat selanjutnya setelah kita menulis adalah menerbitkan tulisan tersebut dalam bentuk buku. Buku di tangan Anda ini menyajikan ebrbagai kiat menembus penerbitan. Tidak hanya sebatas terbit, melainkan juga bagaimana mengupyakannya menjadi karya best seller." (Helvi Tiana Rosa, Penulis dan Pendiri FLP)

Bayangkan nama Anda terpampang di sampul buku.. Bayangkan bau harum kertas dalam plastik wrapping dan cover buku yang mengkilat. Bayangkan apa yang Anda tulis selama berbulan-bulan, bertahun-tahun kini berdiri tegak di rak toko buku.Bayangkan di atas rak tersebut, tertempel jelas plakat putih bertuliskan "best seller of the year"
STOP!!
Berhentilah membayangkan sekarang juga. Kami tidak sedang main-main hanya dengan mengajak Anda berimajinasi tanpa batas. Kami akan mengajak Anda, memaksa Anda, dan mempengaruhi hasrat terdalam Anda untuk SEGERA bergegas menulis buku. Eits, kami tidak terbiasa "hanya" mengajak Anda menulis, tetapi justru membisikan rahasia dan membongkarnya di depan mata Anda : inilah caranya menulis buku best seller.


Review :
Apakah Anda heran dengan judulnya. Kok "Bukan Buku Best Seller"? Apa salah tulis ya?Hehe...
Padahal nih ya, kalau dilihat dari isinya. Harusnya bener-bener best seller. :D

Penulis, sebuah profesi yang masih saja dianggap miring. Karena ketidaktahuan seseorang terhadap 'kekayaan' penulis, banyak yang urung menjadi seorang penulis. Tetapi kalau sudah tahu, pasti banyak ingin menjadi penulis. Dan berharap karyanya terpampang di rak toko buku dengan label 'best seller'. Kenapa demikian? Ingat JK Rowling, yup penulis Hary Potter meraup kekayaan sekitar US$ 1 miliar, atau sekitar 9 trilun rupiah pada tahun 2011 lalu.

Nah siapa sih yang enggak mau? :D

Ups mari membahas isi buku ini. Untuk menjadi seorang penulis, kita pun harus tahu kenapa kita menulis. Apakah karena ingin terkenal di dunai facebook, tergiur materi, untuk meningkatkan populaitas, menyalurkan hobi, atau ingin berbagi ilmu dan lain sebagainya.

Bakat memang bawaan sejak lahir, anugerah dari Yang Maha Kuasa, namun bukan berarti usaha yang dilakukan tidak boleh diremehkan.
"Tak ada sesuatu pun yang daoat berhasil dilakukan tanpa protes, walaupun ada bakat! Bakat hanya 1% menentukan keberhasilan, 99% sisanya adalah usaha yang dilakukan."

Karena itu, untuk menjadi penulis idaman, kita harus menulis, kemudain terus berlatih hingga bisa menghasilkan karya dan menjebol penerbit mayor. Dan setelah terbit di penerbit mayor, apakah kita tingagal ongkang-ongakang kaki. Tidak! Seperti yang dituturkan Mbak Indari Mastuti, sebagai penulis tentunya punya andil besar sebagai promotor. So, penulis yang bijak adalah ikut mempromosikan karya-karyanya. Untungnya juga ada pada penulis bukan?

"Belajarlah sepanjang masa. Tak jadi masalah kepada siapa Anda belajar, tapi apa yang mereka ajarkan uang harus menjadi kekukatan kita untuk terus belajar." (Indari Mastuti)

Hem, bagaimana tertarik untuk membaca? Buku ini cocok dibaca siapa saja yang ingin menggeluti profesi penulis. Selain gaya bahasa yang santai. Ada beberapa pertanyaan - pertanyaan yang akan menunjukkan seberapa besar minat Anda terhadap profesi penulis.

Serta, pengalaman- pengalaman penulis best seller lainnya akan membuat Anda semakin ngiler untuk menulis buku sendiri. So.. tunggu apa lagi. Mari menulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar