Minggu, 01 Januari 2017
Review Diary si Bocah Tengil
Judul : Diary si Bocah Tengil
Penulis : Jeff Kinney
Penerbit : Atria
Tahun Cetakan IV Oktober 2009
Sinopsis :
Bosan dengan buku cerita penuh tulisan tanpa gambar? Atau bosan dengan kisah fantasi penuh hal-hal gaib? Atau ingin mencoba sesuatu yang lebih menantang daripada komik tetapi tidak seberat novel? Nah, inilah jawabannya. Baca, deh diary milik Greg Heffley. Selain banyak kejadian lucu, di dalamnya juga bertaburan gambar-gambar kartun jenaka.
Kisah hidup Greg Heffley selama satu tahun ajaran sekolah ini dijamin bisa membuat pipi pegal, perut terkocok, bahkan mata berair. Kekonyolan dan kemalangan Greg akan membuat kalian mengingat kembali kejadian serupa yang mungkin pernah kalian alami.
Di dalamnya ada Sentuhan Keju yang menyeramkan, “Zoo-Wee Mama” yang menyebalkan, seorang anak yang mabuk gula, dan masih banyak lagi. Ingin tahu lebih lanjut? Cepat buka halaman pertama ...
Review :
Saya pernah mengulas buku yang seri lainnya. Bocah Tengil dan kakaknya.
Seperti buku sebelumnya, buku inipun khas dengan curhatnya Greg, tokoh utamanya. Apabila review buku berpusat pada cerita kakaknya. Kali ini buku ini berpusat pada Greg dan kebanyolannya.
Masih sama dengan gambar-gambar kartun yang lucu serta kertas yang bergaris, menambah kesan unik dari buku ini.
Greg adalah siswa sekolah menengah pertama, dan dia tidak suka hal ini. Karena ada beberapa anak yang pertumbuhan badanya ebih cepat dari yang lainnya. Dan Greg menyebutya gorila. :D
Aku paling suka saat Greg berusaha mengambil hati ibunya dengan hal-hal baik yang dilakukan untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Mengingatkan pada diriku sendiri. Hehehe. Namun pada saat Greg lupa, Ibunya melarang main video game.
Atau pada saat Greg memiliki akal licik untuk menjadi pengawas keamanan untuk mendapatkan sedikit kelonggaran dari pelajaran aljabar. Sayangnya Greg adalah anak yang benar-benar usil. Suatu hari, dia meminjam jaket Rowey, slah satu sahabatnya. Saat dia mengantar anak-anak TK, dia menakuti anak-anak itu dengan seekor cacing. Ada salah satu tetangga Rowley yang melihat kejadian itu serta melaporkannya pada pihak sekolah. Sialnya tetangga itu mengira Rowleylah yang melakukannya.
Greg tentu saja tidak berusaha membela Rowley, tetapi dia mengaku pada Rowley apa yang terjadi. Dan Rowley melaporkan kejadian yang sebenarnya sehingga Greg dipecat dari tugasnya. Hehehe. Kasihaan ya :D
Bisa dipastikan hubungan mereka memburuk. Bahkan tidak saling berbicara selama sebulanan. Yang saya suka adalah, kisah-kisah Greg tidaklah sesuatu yang bomastis. Tetapi dari kegiatan-kegiatan sehari-hari yang sering terewatkan. Hubungan pertemanan yang hanya memikirkan keuntungan pribadi, siapa sih yang enggak? :D
Dan kadang hubungan yang tidak baik tidak perlu ada kata maaf atau memaafkan. Hubungan itu membaik dengan aneh. Begitulah, seringnya ucapan maaf dan memaafkan tidak berlaku saat amarah sudah mencair dan saling mebutuhkan kembali. Sangat normal bukan?
Juga saat Greg memutuskan untuk curhat pada ibunya. Sesuatu yang diluar dugaan adalah. Sang ibu tidak mengorek informasi apapun masalah Greg. Sehingga Greg merasa aman. Sang ibu memberikan nasihat untuk melakukan hal yang benar. Waw... sebuah kepercayaan yang besar bukan?
Saya sedikit protektif terhadap siapapu yang saya sayangi. Bahkan terkadang mematai hal-hal yang mereka kerjakan. -_-
Sepertinya saya harus belajar dari ibu Greg untuk membiarkan adik saya bisa bertanggung jawab dengan tindakannya Dan saya harus percaya padanya. :)
Untuk melihat review lain klik #31HariBerbagiBacaan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar