Minggu, 01 Januari 2017

Review Every Boy's Got One Meg Cabot


Judul       : Every Boy's Got One / setiap pria
                    pasti punya
Penulis    : Meg Cabot
Penerbit  : Gramedia Pustaka
Genre      : Chicklit Terjemahan
Tahun      : Cetakan Kedua 2007
Tebal       : 424 halaman
ISBN       : 978 979 22 2407 8







Sinopsis :
Jane Harris, kartunis pencipta tokoh Wondercat, senang sekali membayangkan perjalanan pertamanya ke Eropa. Tapi ini bukan liburan, dia diminta menjadi pendamping pengantin wanita sahabatnya yang berniat kawin lari di Italia.
Sang mempelai pria juga mengajak sahabatnya, Cal Langdon, untuk menjadi pendampingnya. Sejak awal bertemu, Jane sudah sebal pada Cal, penulis buku dan koresponden luar negeri itu. Jane merasa diremehkan, dan curiga cowok itu punya niat jelek karena Cal anti pernikahan.
Ternyata Le Marche di pedalaman Italia itu sangat 'ketinggalan zaman'. Tidak ada toilet duduk, lampu-lampu padam kalau oven dihidupkan ... dan semua toko, restoran , perkantoran tutup selama tiga jam setiap siang! Lalu muncul masalah besar yang menghalangi pernikahan sahabatnya. Demi sahabatnya Jane terpaksa menyeret Cal untuk membantunya menyelamatkan pernikahan itu.

Review :
Untuk kategori chicklit, novel ini memiliki banyak keunikan. Seperti apa. Yak, mari saya bahas satu-satu.

Pada halaman awal - awal akan terpampang sebuah gambar tiket pesawat, juga bon belanjaan. Yup, gambar- gambar ini dimaksudkan untuk memperkuat isi cerita. Tiket pesawat itu adalah tiket milik Jane Haris dan Cal Langdon. Sedangkan bon belanjaannya juga milik mereka.

Kalau mengira jalan cerita ini seperti kebanyakan novel pada umumnya,  Anda perlu terkejut membacanya. Karena jalur cerita ini berpusat pada diary atau jurnal Jane Haris dan Cal Langdon. Serta email-email yang berhubungan dengan mereka.

Setelah tiket dan pesawat itu, dimulailah ceritanya. Yaitu cerita oleh Jane Haris mengenai catatan perjalanan kawin lari Holly Caputo, sahabat Jane dengan Mark Levine, sahabat Cal. Jane bermaksud menuliskan semua catatan perjalanan ke Eropa dalam rangka kawin lari sahabatnya sebagai hadiah pernikahan mereka.  Holly dan Mark akan menikah di Itali, tepatnya di Le Marche. Mereka kawin lari karena kedua kelurga tidak terlalu menyetujui hubungan mereka.

Yup, dari diary tersebutlah kita masuk dalam cerita. Bagaimana awal pertemuan Jane dengan Cal. Jane yang menuliskan tentang cowok ponsel dan segala tindakan serta argumennya tentang cowok ponsel itu. Dan ternyata cowok ponsel tersebut adalah Cal. Namun pada akhirnya diary tersebut tidak jadi diberikan pada Holly dan Mark. Tetapi diary tersebut semata-mata digunakan untuk dirinya sendiri. Hehehe

Cal Langdon adalah seorang penulis jurnal. Sepuluh tahun dia berada di luar Amerika, dan baru dua minggu kembali ke Amerika kemudian ikut terbang ke Itali untuk kawin lari Mark. Cal sendiri sudah merasa gila dengan tindakan Jane yang tidak masuk akal. Membeli air minum dalam jumlah banyak. Seolah-olah di pesawat tidak ada air minum.

Jane menuliskan semua percakapan serta tindakan Cal. Yup, dia seperti kamera pengintai. Bedanya karyanya bukan berbentuk tulisan. Sedangkan Cal juga menuliskannya tetapi dalam PDAnya. Tidak sepanjang Jane memang, tetapi sangat kuat untuk mendukung alur cerita ini.

Saya menikmati ceritanya, walaupun ada beberapa halaman yang menurut saya terlalu lebay. Haha. Yah, pada halaman cerita Jane, yang sering banyaknya curhat pribadinya.

Well. terlebih sebenarnya cerita ini terinspirasi dari pengalaman Meg Cabot sendiri.  Meg Cabot kawin lari sekitar tahun 1993. Ada beberapa hal yang berbeda memang, dengan pengalaman Meg cabot. Termasuk tempat dan pendamping mempelai wanita.

Bagaimana , mau kawin lari juga di Itali? :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar