Minggu, 01 Januari 2017

Review Perfect Chemistry Simon Elkeles


Judul : Perfect Chemestry

Penulis : Simon Elkeles

Penerbit : Laluna and Friend

Tahun : 2008

Tebal : 455 halaman

ISBN : 978 602 971 974 1








Sinopsis :
Brittany Ellis memiliki kehidupan yang "sempurna" : cantik, pintar , kaya dan pacar yang populer. Alex Fuentes adlah gangster berdarah Meksiko, terkenal sebagai cowok "bermasalah". Setidaknya itu yang tampak dari luar.
Saat keduanya dipaksa menjadi partner lab di kelas Kimia, Brittany merasa inilah akhir kehidupan "sempurna"nya. Sementara Alex menggunakan kesempatan tersebut untuk memenangnkan taruhan menjerat Brittany ke dalampelukannya.
Namun, saat kimia cinta mulai bereaksi, apapun mungkin terjadi... Dan rahasianya di balik kehidupan mereka memberkan makna dan kekuatan cinta yang tak terbendung.



Review :
Aha.. ini novel young adult terjemahan pertama yang saya baca. Sebelumnya memang ke genre dewasa. hahaha.
Dan ini pinejm punya temen kuter yang satu kelas denganku. ketularan virusku, dia. :P

Dari covernya memang bagus daripada cover aslinya yang waw sangat lah. Bakal heboh kalau pakai cover aslinya. Dominan warna merah ke pink-pinkan menjadikan novel ini begitu manis. Dan ada dua orang, yang perempuan warna putih dan yang lelaku warna hitam, bergandengan tangan. So sweet ya. Melambangkan isi novelnya. Adanya perbedaan dunia dan rupa antara tokoh lelaki dan wanitanya.

Brittany dan Alex berasal dari dunia yang berbeda. Bukan dunia lain ya.. hanya pergaulan mereka. Brittany terkenal di sekolah karena kecantikan dan kekayaannya. Sedangkan Alex? Terkenal karena keberandalannya.

Pertemuan yang tidak menyenangkan saat mobil yang dikendarai Brittany hampir menabrak motor Alex. Permusuhan itu berlanjut sampai mereka duduk sebangku di kelas kimia, dan menjadi partner.

Alex menganggap bahwa Brittany hanyalah gadis pesolek dan manja. Sedangkan Brittany menganggap Alez sama bodohnya dengan kelakuannya yang sering di panggil kepala sekolah.

Namun pada akhirnya mereka saling jatuh cinta. Saat mereka mulai terbuka mengenai kehidupan mereka yang lain. Brittany memiliki masalah keluarganya. Ibunyaselalu menuntut kesempurnaan Brittany. Apabila ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai rencana, Brittanylah penyebabnya. Ditambah lagi, kakak Brittany, Shelly, mengalami keterbelakangan mental. Hanya saja, Brittany sangat menyayangi kakaknya. Bahkan dia lah yang sering merawat kakaknya. Dia tidak merasa jijik ataupun keberatan. Dia juga berencana akan mengambil kuliah yang dekat dari rumah agar selalu dekat dengan kakaknya.

Alex Fuentess, bukanlah remaja yang bodoh seperti yang dikira Brittany. Justru Alex memiliki kemampuan fotografis yang mampu mengingat apa yang dilihatnya walaupun cuma sekali. Kecerdasan Alex adalah satu dari banyak hal yang tidak diketahui orang lain. Termasuk alasannya kenapa dia sampai masuk geng Latino Blood.

Alex dan Brittany seperti dua manusia yang memakai topeng. Britanny dengan menampilkan kesempurnaan, Alex dengan kenakalannya. Setelah topeng antara mereka terlepas, mereka pun mulai dekat. Tetapi tentu saja tidak semulus yang dibayangkan.

Ada konsekuensi besar ketika menjadi anggota Geng, yaitu harus menuruti perintah atasannya. Termasuk mengorbankan nyawa. Dan Brittany meminta Alex untuk keluar dari Gengnya. Agar bisa hidup normal tanpa bayang-bayang terancam nyawa. Tetapi Alex tak bisa. Karena tahu betul resiko apa yang akan diterimanya.

Hingga akhirnya Alex diutus untuk mengirimkan narkoba. Padahal itu hanyalah perangkap untuk menghabisi Alex. Apakah Brittany dapat mencegah Alex untuk melakukan misi berbahaya itu? Atau dia akan kehilangan Alex untuk selama-lamanya?

Kisah cinta antara dua orang yang berbeda latar belakang memang selalu menarik. Apalagi bila kedua tokoh memiliki perannya masing-masing. Yup, Simon menggunakan dua sudut pandang. Yaitu sudut pandang Brittany dan Alex. Tentu saja, ini menambah daya tarik novel ini. Saya merasa teraduk emosi ketika membaca bagaimana Alex dengan caranya berusaha melindungi orang-orang yang disayanginya.

Dan lagi banyak hikmah yang bisa dipetik dari novel ini.Saya paling suka dengan kutipan ini. Kata-kata Brittany yang berusaha memperjuangkan cintanya pada ibu Alex.
"Mrs.Fuentes, aku tak bisa berjanji takkan menyakiti Alex. Tapi aku tidak bisa jauh darinya, meskipun Anda menginginkannya. Aku sudah mencoba." Sebab bersama Alex membuatku menjauh dari kegelapanku sendiri.

Well, buku ini rekomended banget buat teman-teman yang suka novel terjemahan dan genre romance lah :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar