Minggu, 01 Januari 2017
Review Always Be In Your Heart : Bertahan Pada Satu Rasa
Judul : Always be in your heart
Penulis : Shabrina WS
Penrbit : Qanita
Tahun : Cetakan 1, Februari 2013
ISBN : 978-602-9225-77-8
Tebal : 236 hal
Sinopsis :
Marsela
Aku selalu menantimu dari matahari di timur, matahari di barat, hingga terbit lagi.
Aku telah melewati musim yang berganti berulang kali. Tapi kau tak pernah hadir di sini. Kini setelah sepuluh tahun kulewati, aku tak yakin lagi, bahkan pada hatiku sendiri.
Juanito
Siapakah kita, ketika pada akhirnya sejarah telah bicara.
Bahkan sungai saja bisa berubah muara, sekuat apa pun aku bertahan, sepuluh tahun telah mengubah banyak hal. Dan nyatanya, keadaan memang tak lagi sama.
Review :
Ehem novel Always be In Your Heart aku dapatkan dari Mbak Nunu El Fasa atas kuisnya yang bertemakan ebook dan kertas. Hehe. dan kali ini aku ingin menuliskan reviewnya. Padahal sudah lama sekali selesai dibaca. :D *emang pemalas sih
Sepertinya pada judul dan sedikit sinopsis, aku mengharapkan kondisi kisah yang sedikit rumit. Antara Marsela dan Juanito. Sayangnya belum, hehehe.
Dikisahkan bawah Marsela dan Juanito itu hidup bertetangga dari kecil. Juanito selalu menjaga Marsela layaknya adik. Bahkan di sekolah pun Juanito mengakui kalau Marsela adalah adiknya. Dan tidak boleh ada yang menganggunya.
So sweet kan? :P
Ada yang berharap pingin punya seorang teman kayak Juanito nggak? :D
*kembali ke laptop eh review
Namun konflik dimulai saat gejolak perang saudara di Timur Leste. Marsela bersama ayahnya harus meninggalkan tanah mereka sedari dulu. Sedang keluarga Juanito tetap di sana. Padahal Juanito dan Marsela berencana akan menikah. Rupanya status adik itu hanya akal-akalan Juanito untuk menjaga Marsela. Ihirr :D
Sepuluh tahun berlalu. Marsela berpisah dengan keluarga Juanito. Namun bagaimanapun Marsela belum bisa melupakan Juanito. Juanito berjanji akan menyusul Marsela. Sudah sepuluh tahun berselang, Juanito tak pernah muncul.
Apalagi setelah meninggalnya ayahnya, Marsela semakin menutup diri. Marsela bahkan berusaha sebisa mungkin untuk menghindari Randu, salah satu kenalan ayahnya. Marsela tahu Randu menyimpan rasa pada dirinya. Namun sepertinya hatinya belum bisa melupakan bayangan Juanito.
Sepuluh tahun waktu yang lama untuk bertahan pada satu rasa. Ada masanya Marsela ingin menyerah dan membuka hati. Tetapi lagi-lagi gagal.
Menurut saya, kisah ini bisa lebih panjang. Apalagi saya belum menemukan gregetnya. Walaupun konflik sudah ada, rasanya belum mencapai puncaknya. Hingga akhir. Sayang sekali ya.
Penggambaran konflik Timur Leste pun rasanya kurang detail. Bagaimana bangunan dan keadaan di sana pasca berpisahnya Timur Leste dengan Republik Indonesia. Kemudian saat Marsela mengenali Juanito, pasca sepuluh tahun. Aku merasa janggal. Karena waktu sepuluh tahun mengubah wajah dan tubuh seseorang. Apalagi pada masa pertumbuhan. Apalagi tak pernah berkomunikasi selama sepuluh tahun.
Sekian saja dulu reviewku. Mohon komentarnya :D
*masih belajar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar