Judul Buku : The Devil In Winter
Pengarang : Lisa Kleypas
Penerbit :
Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan pertama, Februari 2009
Tebal : 424 halaman
ISBN : 978-979-22-4345-1
Empat gadis muda memasuki lingkungan sosial elite London dengan satu tujuan yang sama : memanfaatkan kecerdasan dan daya tarik mereka untuk mendapatkan suami. Maka terciptalah rencana rahasia perburuan suami yang mengejutkan."
Novel karya Lisa Kleypas yang ini merupakan seri terfaforit saya sepanjang karya Lisa Kleypas genre historical yang saya baca. seri wallflower ketiga ini membuat emosi saya teraduk-aduk macam es campur. Seri wallflower adalah empat novel yang menceritakan emat gadis yang berburu suami. Dinamakan wallflower, karena mereka berempat selalu duduk-duduk saja saat pesta dansa. Dan tidak menunjukkan kualitas apapun saat pesta berlangsung, sesuai tradisi di Inggris saat itu.
Novel historical ini bersetting tahun 1843 dan bertempat di Inggris, tepatnya di London dan sekitarnya. Karena dengan seting seperti itu akan banyak ditemui, teknologi zaman itu. Yang masih menggunakan kereta kuda, dan juga korset untuk perempuan.
Berbeda dengan kisah Cinderela yang miskin dan mencari suami karena sepatunya. Kisah Evie bertemu dengan suaminya sangatlah tidak biasa. Bagaimana tidak, Evie mendatangi rumah calon suaminya, untuk meminta dinikahi. Sedangkan Sebastian,calon suami yang dipilih olehnya itu telah menculik sahabatnya. Akibatnya Sebastian pun dihajar oleh tunangan sahabat Evie yang sekaligus teman baik Sebastian sendiri.
Kehidupan Evie bisa dibilang sangat buruk saat diasuh oleh bibi dan pamannya. Ketika melakukan kesalahan, tidak segan paman dan bibinya memukul Evie atau membiarkan Evie kelaparan. Bahkan untuk mengunci kekayaan milik Evie, mereka berniat menikahkan Evie dengan anak mereka sendiri. Karena itu Evie pun kabur dan memilih calon suaminya sendiri.
Sedangkan Sebastian, adalah seorang bangsawan yang bangkrut. Sering dicari-cari oleh kreditur karena memiliki hutang. Dia terkesan bangasawan yang manja dan lebih suka melakukan kesenangan bersama perempuan dan enggan bekerja. Namun Sebastian memiliki segalanya dari segi fisik, baik ketampanan maupun tubuhnya. Namun tidak pada kelakuannya.
Pernikahan bukan atas dasar cinta ini, rupanya lebih mengejutkan bagi mereka berdua sendiri. Sedikit demi sedikit rasa peduli terhadap pasangan itu ditujukan. Walaupun seringkali cekcok di antara mereka. Tetapi akhirnya mereka menemuka cara untuk saling mengisi kehidupan pernikahan mereka.
Apalagi tanpa banyak pikir, Sebastian mengorbankan nyawanya untuk Evie.
Sesuatu yang sangat disukai oleh perempuan di seluruh dunia. Para lelakinya akan rela berkorban untuknya. Tetapi ketika melihat Sebastian mengorbankan nyawa , dan berada di ujung maut. Evie pun terluka hatinya. Melihat suaminya, walaupun belum ada rasa cinta, harus menahan sakit dan borok akibat peluru. Karena saat itu obat-obatan belum secanggih sekarang. Para dokter hanya menyarankan untuk menyedot darah, tanpa melakukan perawatan pada luka. Sungguh menyeramkan.
Melalui novel ini, kita akan melihat sisi pernikahan yang berbeda dengan dongeng. Perbedaan dua kepala akan sangat menyolok dalam menyikapi sesuatu. Perempuan polos dan lugu sepert Evie, disandingkan oleh playboy tak berbudaya seperti Sebastian. Namun perlahan satu sama lain saling memahami, dan tanpa sadar cinta telah tumbuh di antara keduanya.
Buku ini membuat saya tersenyum, dengan adanya karakter Sebastian membuat saya berimajinasi adanya lelaki semacam itu di dunia nyata. Lisa Kleypas mampu menyentuh sisi-sisi keinginan terdalam para perempuan akan kisah romantis yang tidak membosankan. Karkater perempuannya bukanlah perempuan yang lemah dan hanya pasrah saja. tetapi perempuan yang memiliki keberanian dan kecerdasan dalam bertindak. Tidak hanya cantik, karena kasih sayang itu lebih penting.
Walaupun demikian buku ini bukanlah untuk remaja apalagi anak-anak. Buku-buku Lisa Kleypas adalah untuk perempuan dewasa, karena di dalamnya terdapat unsur-unsur sensualitas yang kental.
"Aku tidak menyalahkanmu atas masa lalumu, atau paling tidak aku berusaha menghukummu atas masa lalumu," Evie, Evangeline Jenner.
Postingan ini diikutsertakan dalam Project Battle Challenge #31HariBerbagiBacaan
Naga2nya vey lagi suka baca buku Lisa ni :P Aku pernah denger namanya, tapi belum pernah baca bukunya. Klo historical romance ini banyak cerita2 sejarahnya juga ya. Jadi ngerti setting London tempo dulu kayak apa.
BalasHapus