Minggu, 01 Januari 2017
Review Before us Robin Wijaya
Judul : Before Us
Penulis : Robin Wijaya
Penerbit : Gagas Media
Tahun : Cetakan kedua 2012
Tebal :298 halaman
Sinopsis :
"Kau adalah tamu tak diundang. Datang tanpa pemberitahuan, memaksa masuk ke ruang hati setelah bertahun-tahun tanpa kabar. Aku merindukanmu, tulismu di e-mail terakhir. Bahkan setelah tahu aku bersamanya pun, masih saja kau lancang mengulangi hal yang sama.
Kau tahu, aku tak bisa lolos dengan mudah dari jerat-jerat cerita kita yang tak pernah benar-benar selesai. Kau bilang tak perlu ada yang berubah—tapi kenapa aku merasa semakin jauh dengan dirinya, terseret arus yang membawaku ke pelukanmu?
Kau harus pergi, begitu inginku. Tapi suaraku terlalu gemetar dan terlalu takut untuk terdengar tegas di hadapanmu. Bagaimana aku bisa sampai ada di situasi ini, terperangkap perasaanku sendiri? Disudutkan dilema yang melibatkan kau dan dirinya? Sebelum aku berhasil menemukan jawabannya, aku kemudian tersadar....
Aku sudah tak setia
Review :
Before Us adalah karya kedua Robin Wijaya yang saya baca.
Dari sinopsisnya, memang sudah menyuratkan bahwa kisah ini tentang perselingkuhan. Tetapi perselingkuhan sudah biasa bukan? Yang berbeda adalah tema perselingkuhan yang tidak biasa.
Ragil dan Radith adalah sahabat karib dari mereka sekolah sampai dewasa. Namun persahabatan mereka bukanlah hubungan antar kaum lelaki pada umumnya. Yeah, ada percikan cinta di antara mereka. Hingga salah satu dari mereka menikah.
Pernikahan Ragil dan Ranti tidak memiliki masalah apapun. Baik dari pihak keluarga ataupun kepribadian mereka. Mereka cocok satu sama lain. Namun ketika kenangan akan cinta lama bersemi kembali bagaimana? Cinta yang tak seharusnya terjadi.
He... susah memang pada posisi Ragil. Perasaan itu telah hidup dan berkembang jauh sebelum tahun-tahuan bahagianya bersama Ranti. Berawal dari Email yang dikirimkan Radith, membawa kenangan-kenangan manis mereka. Hingga segalanya berlanjut...
Sebenarnya agak merinding juga membaca ini. Seolah-olah ini hal yang bisa dimaklumi. Atau gaya cerita sudut pandang pertama yang akan membawa kita pada tokoh "RAGIL''. Bahwa seringkali, hidup kita sepenuhnya dikendalikan oleh hati dan perasaan, bukan akal sehat.
Ragil tergelincir di tempat yang salah. Mengabaikan Ranti dan anaknya. Hanya untuk sebuah rasa, yang banyak orang tak merestuinya. Posisi terjepit? Pastinya. Hingga semuanya terbongkar. Dan Ranti memlih pergi dari rumah. Pernikahan Radith sendiri pun diambang kehancuran. Apakah yang akan dilakukan Ragil? Pilihan apakah yang akan dia tempuh demi kelangsungan hidupnya. Memilih Radith cinta terlarangnya ataukah Ranti? Dan bersediakan Ranti menerimanya kembali? Menelan kekecewaan pahit selama hidup bersamanya?
Bagaimanakah kisah selanjutnya? Silahkan baca sendiri. :P
"Bukan hal yang mudah. Namun waktu mengajarkanku. kalau segalanya bisa berubah seiring pertambahan detik dan menit, asal kita tetap di tempat kita melangkah dan tidak keluar dari jalur yang kita pilih."
Novel ini bukan konsumsi remaja ya., tetapi dewasa muda dan di atasnya. Sebab konflik yang diangkat kompleks dengan kehidupan rumah tangga.
Novel ini mengajak kita untuk berpikiran lebih terbuka terhadap hal-hal yang tidak biasa. Namun tetap ada norma-norma sosial yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar