Jumat, 17 Februari 2017

[Penulis Tamu : Soempret] Review INFERNO

Prolog
Welcome to Februari gaes!
Ini adalah postingan pertama di bulan Februari. Seperti judulnya postingan ini berisi review dari seorang teman. Dan dia mereview buku Dan Brown yang berjudul INFERNO. Yup, dia memang pembaca setia Dan Brown.Namanya SOEMPRET, seorang yang suka membaca dan main game serta nonton anime.

Dia sengaja menyusupkan reviewnya di sini, untuk kalian bisa membacanya. Inilah reviewnya INFERNO karya Dan Brown.


Judul : INFERNO (neraka)
Penulis : DAN BROWN
Penerbit : Doubleday, New York 2013
Cetakan pertama : september 2013
Penerbit lokal : Bentang (PT Bentang Pustaka)
Penterjemah : Ingrid Dwijani dan Berliani Mantili Nugrahani
ISBN : 978-602-7888-54-8 (hardcover)
Tebal : 644 halaman
Jenis : novel terjemahan









Review

Robert Longdon beraksi lagi, begitulah pikiran kita ketika mendengar Inferno rilis. Sosok yang sangat genius dibidang simbologi dan sejarah dunia ini akan berpetualang lagi, rasanya sudah tak sabar untuk segera mengikuti kelok kelok perjalanan dan cerita yang akan disajikan di seri ke 4 buku karangan Dan Brown ini. Setelah sukses dengan Davinci Code, Angel n Demons dan Lost Symbol, pembaca dibuat bertanya - tanya cerita seperti apa dan petualangan unik serta menarik apa yang akan dialami oleh Robert Longdon kali ini.

Setelah dengan sukses memecahkan kasus pembunuhan di Museum Louvre, Paris di Davinci Code, dan aksi kejar - kejarannya dengan pembunuh paus di Vatikan City pada novel angel n demons, serta berlarian untuk memecahkan Lost Symbol di Woshinton DC . Kemanakah Robert Longdon membawa kita kali ini???
Tempat tergelap dineraka dicadangkan bagi mereka yang tetap bersikap netral disaaat krisis moral
Yaps. begitulah quote dihalaman awal novel ini, membuat bulu kuduk merinding.


Terbangun di sebuah rumah sakit di Florance, Italia dengan kondisi amnesia dan mendapat luka dikepala serta halusinasi hebat, Longdon langsung dihadapkan pada serangan dari seorang pembunuh berpenampilan nyentrik yang menembak mati dokter yang tengah merawatnya. Dalam keadaan kalut serta lemas karena effect dari obat bius membuat Longdon tidak dapat bereaksi cepat. Untunglah seorang seorang dokter wanita yang dengan sigap bertindak sehigga mereka berhasil selamat dan melarikan diri. Sesampainya di apartemen, Sienna Brook (dokter wanita yang membantu Longdon melarikan diri dari RS) menceritakan kronologi bagaimana sampai dia bisa dirawat serta tentang kemungkinan kenapa dia hendak dibunuh.

Dalam kantong jas yang dikenakan Longdon terdapat semacam tabung berlabel biohazard, yang ternyata merupakan stempel kuno yang sudah dimodifikasi menjadi proyektor mini yang menampilkan map of hell karya Botticelli yang sudah dimodifikasi dan terdapat sebuah kata CERTA CORVA di dalamnya. Belum sempat menganalisa lebih jauh tentang apa yang sebenarnya maksud dari proyeksi mini tersebut, Longdon kembali dikejutkan oleh pengepungan dari pasukan elite yang menyergap apartemen tersebut. Berbekal kecerdikan dari Longdan dan kegesitan Sienna mereka mampu melarikan diri kembali.

Dalam pelariannya dari pasukan elite dan pembunuh bayaran, Longdon tersadar dari maksud dari Certa Corva dalam Map Of hell yang ditampilkan oleh proyektor mini tersebut ternyata mengacu pada sebuah karya sastra agung yang menceritakan perjalanan manusia menuju ke surga melalui 7 tingkat neraka, Divine Comedy karya Dante Alighieri.

Dari petunjuk tersebut Longdon dan Sienna lalu mencoba menulusuri satu demi satu petunjuk untuk mengungkap kebenaran serta mengembalikan kembali ingatan Longdon, namun fakta mengejutkan dihadapan meraka, salah satu pengejar mereka adalah organisasi yang memiliki pengaruh yang cukup kuat di dunia soal kesehatan, yaitu WHO.

Seperti kisah sebelumnya, Inferno Dan Brown selalu terkait dengan sejarah dan isu - isu global dan agama. Kali ini, isu yang di angkat adalah mengenai laju pertumbuhan populasi manusia (lonjakan populasi). Dimana diperkirakan jika lonjakan populasi didunia terus berlanjut maka kiamat yang diramalkan akan segera terjadi, hal ini disebabkan oleh semakin majunya teknologi kedokteran yang meningkatkan rasio hidup seseorang.

Dipadukan dengan Divine Comedy, sebuah karya sastra agung penyair abad pertengahan Dante Alighieri, Dan Brown membawa kita pada sebuah perjalanan penuh intrik dan membuka pemikiran kita tentang kemungkinan - kemungkinan atau kebenaran - kebenaran yang mungkin tidak kita ketahui sebelumnya. 

Seperti halnya novel dan film - film yang mengangkat tema fiksi ilmiah, Novel Inferno memberikan pemahaman yang berbeda kepada kita mengenai kehidupan dan bagaimana memaknai suatu tindakan.

1 komentar:

  1. Aku juga suka banget sama Inferno. Salah satu favoritku. :)

    BalasHapus