Judul: Mr. Perfect
Penulis: Linda Howard
Penerbit: Gramedia
Cetakan: 2005
Tebal: 480 halaman
Isbn: 979-22-1746-0
Berbeda dengan review bukuku sebelumnya tentang romance, kali ini karya Linda Howard lebih menantang yakni genre misteri atau Thriler. Hampir semua karya Linda yang aku baca selalu berhubungan dengan kematian, polisi, fbi, pembunuhan, dan lainnya. Bukan genre menye menye meskipun selalu ada kisah cinta sebagai penguatnya.
Mr perfect ini mengisahkan empat orang perempuan yang telah membuat list tentang pria pria yang mereka anggap sempurna. Mulai dari sifat, keuangan dan fisiknya.
Tidak menyangka bahwa list lelucon itu ternyata menjadi viral di kantornya dan menarik perhatian media massa. Namun ternyata ada seseorang yang sangat membenci adanya list itu sehingga dia pun mulai memburu ke empat perempuan itu.
Jaine, adalah perempuan cantik berusia 30 tahun dan baru pindah rumah. Namun nampaknya dia memiliki urusan yang kurang baik dengan tetangganya. Mulanya Jaine menyangka bahwa lelaki itu adalah seorang pemabuk dan pemarah. Apalagi pengaturan waktunya selalu tidak menentu. Pernah suatu pagi yang cerah Jaine memotong rumput menggunakan mesin, dan dilabrak oleh lelaki itu lantaran mengganggu tidurnya. Berkali kali adu mulut, rupanya membuat keduanya saling tertarik.
Jaine dan ketiga temannya sering mendapatkan telepon aneh dari seseorang. Penelpon hanya menanyakan 'kamu yang mana?'. Mereka berempat menganggap bahwa Penelpon adalah orang yang konyol hingga timbul satu korban.
Jaine mengkhawatirkan Marci yang tidak datang ke kantor. Hingga dia berusaha menghubungi Sam, nama lelaki tetangganya.itu lewat kantor. Karena dia tidak memiliki ponsel maupun pager sam. Meminta mengecek apakah ada kecelakaan lalu lintas atau hal hal buruk yang terjadi pada Marci. Dan benar, Marci tewas terbunuh dengan sadis.
Tidak ada tanda perlawanan. Pelaku merupakan orang yang dikenal korban. Namun polisi belum menemukan petunjuk.
Sehingga setelah pemakaman Marci, Luna pun tewas di rumahnya. Tersisa Tj dan Jaine. Tentu saja mereka ketakutan, bahkan mereka terus mengawasi lelaki di kantornya, takut kalau kalau pelaku ada di kantormya.
Pecahan demi pecahan berhasil didapatkan. Namun Sam harus berjuang dengan waktu lantaran Tj pun sudah kena, bagaimana dengan Jaine. Apakah dia selamat?
Membaca ketegangan dalam novelnya ini cukup membuat kantukmu lenyap. Karakter lelaki kuat, narsis, seksi, dan seorang detective di kepolisian. Barangkali kalo di indonesia jabatan ini adalah penyidik.
Penyerangan yang dilakukan tidak sembarangan. Semuanya brutal. Dan tentu saja pelaku mengenal mereka berempat.
Dalam narasi Linda, disebutkan bahwa Corin lah pelakunya. Corin dia terlahir sebagai perempuan tetapi diperlakukan sebagai lelaki. Ibunya bahkan menolak bahwa Corin adalah perempatan. Dia selalu mengenalkan anaknya kepada orang lain sebagai lelaki. Kehidupan Corin yang kelam tidak berhenti di situ, dia mulai menyiksa binatang dan lainnya. Hingga akhirnya Corin yang melenyapkan ibunya sendiri.
Identitas Corin tidak akan diungkap kecuali penghujung akhir cerita. Linda menggambarkan bahwa trauma masa kecil dan pola asuh yang salah mampu menjadi Pemicu orang berbuat di luar nalar. Begitulah Linda dengan karyanya.
Aku paling suka adegan Jaine bertengkar dengan Sam. Bersilat lidah dan saling marah. Namun malah jadi sesuatu yang cute.
Bagi kamu yang suka dengan karya misteri.yangada romance nya cobalah baca karya Linda
ini novel kok kebayang bgt adegan sadisnya.. keren :o
BalasHapusjadi penasaran siapa sebenarnya Corin itu, lahir sbg perempuan tp diperlakukan sperti lelaki. Hehe jadi inget film Predestination, perempuan yg akhirnya memutuskan jadi laki2 :D